Dilansirdari Cleveland Clinic, berikut adalah bagian-bagian jantung dan fungsinya. Baca juga: 5 Fungsi Darah bagi Tubuh Manusia. 1. Perikardium. Perikardium adalah otot yang berkontraksi (meremas) dan rileks untuk mengirim darah ke seluruh tubuh. Lapisan jaringan otot yang disebut septum membagi perikardium menjadi sisi kiri dan kanan. ReadOr Download Gallery of struktur dan fungsi gigi info pendidikan dan biologi - Susunan Gigi Manusia | bagian dan fungsi gigi gigi susu dan gigi dewasa semua tentang gigi, alat pencernaan pada manusia, anatomi dasar dan fisiologi sistem organ tubuh manusia pintar biologi, ukuran lidah manusia normal blog klinik dokter gigi part 3, Sensorini juga berfungsi untuk membuat suhu sterilisasi stabil dengan saklar otomatis yang terintegerasi. 13. Handle. Ada satu bagian yang terlupa yaitu handle atau pegangan. Bagian ini berfungsi untuk mengangkat autoclave dan juga membuka penutup autoclave. Baca juga : Mengenal macam - macam metode sterilisasi. MaterialPlastik ABS. Umumnya body motor akan dibuat dari bahan plastik ABS ( Acrylonitrile Butadiene Styrene ). Bahan ini dinilai memiliki kelenturan dan kekuatan yang baik. Apalagi didukung dengan butadiene yakni bahan sejenis karet. ABS juga mampu bertahan pada suhu -20 derajat celcius bahkan 80 derajat celcius. 1 Kepala. Kepala adalah bagian atas dari mikroskop yang mempunyai fungsi untuk menampung elemen optik dari seluruh unit. 2. Kaki. Kaki ini merupakan bagian bawah mikroskop yang mana fungsinya adalah sebagai tempat berdiri mikroskop. 3. Lensa Objektif. Lensa objektif mengumpulkan cahaya dari spesimen, memperbesar gambar spesimen, dan Dayaangsa ini memang penting dan ada di autoklaf listrik. Fungsinya untuk batas bagi penambahan air. Berbeda dengan autoklaf biasa, tidak ada daya angsa namun menggunakan alumunium container dalam meletakkan benda yang disterilkan. Bagian lainnya adalah vacum yang bisa menghisap udara dan uap dari ruang sterilisasi. BAGIAN- BAGIAN DIFFERENTIAL PRESSURE TRANSMITER. Rata-rata Differential Pressure Transmitter memiliki dua bagian utama, yaitu: 1. Elemen penginderaan / sensor, biasanya berada dibagian bawah, dan. 2. Bagian elektronika yang biasanya berada pada posisi atas. Memiliki dua port tekanan yang ditandai dengan "high" dan "low", namun pada. Bagianbunga yang memiliki nama latin corolla ini merupakan salah satu yang mencolok karena berada di area luar. Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan komponen bunga lainnya. Mahkota bunga diciptakan berwarna-warni agar dapat menarik perhatian serangga penyerbuk di sekitarnya. Selain itu, mahkota bunga juga berfungsi untuk melindungi pWcKoEm. Moms sedang mencari alat sterilisasi untuk botol susu Si Kecil? Berikut ini ada delapan rekomendasi alat sterilisasi UV yang bisa bunuh kuman dan bakteri hingga 99,9%. Para Moms pasti setuju bahwa mensterilkan perlengkapan bayi berikut aksesori lainnya merupakan pekerjaan yang memakan waktu. Moms harus memastikan perlengkapan bayi, terutama untuk makan dan minum, harus steril agar Si Kecil tidak terpapar kuman dan bakteri jahat. Namun mencuci dan mengeringkan juga jadi tugas melelah dan menyita waktu, karena fokus Moms akan terbagi dengan mengurus Si Kecil yang butuh banyak perhatian. Menggunakan alat sterilisasi elektrik bisa membuat pekerjaan Moms jadi lebih mudah dan praktis. Apalagi alat sterilisasi yang menggunakan radiasi elektromagnetik pada sinar khusus tersebut, ampuh membunuh mikroorganisme. Mencuci perlengkapan bayi secara biasa, belum tentu bisa membunuh kuman dan bakteri. Apalagi Si Kecil masih rentan terhadap berbagai jenis penyakit di luar sana. Kini Moms sudah tahu betapa pentingnya alat sterilisasi UV. Jika tertarik, ini ada delapan rekomendasi alat sterilisasi UV yang efektif membunuh kuman dan bakteri. 1. Alat Sterilisasi UV Claire’s Alat sterilisasi UV yang pertama, yaitu Claire’s UV Sterilizer. Moms dapat mensterilisasi semua perlengkapan makanan bayi dengan produk ini. Claire’s UV Sterilizer dapat membunuh 99,99% kuman dan bakteri dalam struktur molekul DNA dan RNA. Moms tidak perlu khawatir jika ada peralatan Si Kecil yang terbuat dari plastik. Alat ini aman untuk berbagai produk plastik. Selain plastik, alat sterilisasi UV ini juga aman untuk produk lain berbahan silikon, metal, melamin, dan beling. Hal ini karena bagian dalam Claire’s UV Sterilizer dilapisi bahan stainless dan kaca yang tahan panas. Fitur menarik lainnya dari produk ini, yaitu sirkulasi eksternalnya dilengkapi dengan mesh filter yang mencegah debu masuk ke dalam. Namun tetap berfungsi pula untuk mendinginkan suhu PTC yang baik. 2. uPang UV Waterless Sterilizer Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah uPang. uPang pertama kali diperkenalkan pada 2008 di Korea Selatan. Di Korea Selatan, uPang menjadi merek alat sterilisasi botol bayi terlaris nomor satu dan disukai selama lima tahun berturut-turut. Adapun di Indonesia, uPang menjadi alat sterilisasi tanpa air pertama dari Korea Selatan. Keunggulan produk ini, yaitu mampu menampung hingga 16 botol, telah disertifikasi oleh Food and Drug Administration FDA Amerika Serikat, dan teruji menghilangkan 99,9% bakteri berbahaya. Kelebihan lain uPang UV Waterless Sterilizer 7 Series, yaitu hemat listrik karena hanya mengonsumsi listrik sebesar 20-35 watt. Jadi Moms tidak perlu khawatir tagihan listrik bakal membengkak. 3. Alat Sterilisasi UV uPang Plus+ Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah uPang Plus+. Produk ini merupakan versi upgrade dari uPang UV Waterless Sterilizer. Keunggulan uPang Plus+, yaitu memiliki rotating dual UV lamp. Fitur ini memastikan distribusi sinar UV yang lebih baik ke seluruh sudut. Pintu alat steril ini ada dua, yakni pintu internal dan eksternal. Bagian eksternal terbuat dari panel LED. Adapun pintu internal terbuat dari tinted tempered reinforced glass. Pada pintu eksternal, Moms bisa melihat status mode yang sedang berjalan di uPang Plus+. Selain itu, layar LED di pintu ini bisa menunjukkan dan menghitung mundur sisa waktu untuk mode tersebut. Keunggulan lainnya yaitu tombolnya yang modern dan seamless. Tombol di pintu internal mudah ditekan dan digunakan. Tombol uPang Plus+ untuk mode “automatic” juga ada di pintu eksternal untuk memudahkan pemakaian. Dari segi ukuran, alat sterilisasi UV ini juga lebih besar dari versi sebelumnya. Kapasitas uPang Plus+ bisa diisi hingga 25 botol sekaligus. Namun dari segi pemakaian listrik juga cukup tinggi, yakni 20-70 watt. 4. Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View Alat sterilisasi UV selanjutnya, yaitu Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View yang dilengkapi dengan bluetooth. Moms bisa menghubungkan produk ini dengan ponsel pintar via bluetooth. Hal ini karena Haenim UV Sterilizer 3rd Generation Smart View memiliki aplikasi untuk mengatur dan memantau dari jarak jauh. Produk ini dilengkapi dengan teknologi PTC heater dan double blower. Jadi, alat sterilisasi UV ini akan membuat perlengkapan bayi lebih cepat kering dan panasnya merata. Proses sterilisasi pada produk ini pun menggunakan 2 lampu UVC Osram dari Italia yang dapat membunuh segala jenis bakteri dan virus hingga 99,9%. Pada bagian dalam, Haenim UV Sterilizer menggunakan stainless mirror. Fungsinya, yaitu untuk memantulkan sinar UVC ke segala arah agar proses sterilisasi cepat. 5. Alat Sterilisasi UV RayQueen RayQueen UV Sterilizer jadi salah satu rekomendasi alat sterilisasi UV yang bisa Moms pertimbangkan. Alat sterilisasi satu ini diklaim dapat membunuh bakteri hingga 99,9%. RayQueen UV Sterilizer bisa membunuh bakteri, seperti Salmonella typhimurium, Salmonella cholerasuis, Pseudumonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus. Selain itu, kapasitas alat sterilisasi UV ini juga cukup besar hingga bisa menampung 12 botol. Yang paling penting, hemat listrik karena hanya memakan daya 70W dan mudah dioperasikan. Sterilizer UV ini memiliki 3 Mode sterilisasi UV dengan fungsi pengeringan dan fungsi penyimpanan otomatis Storage Mode selama 10 jam. Dengan desain yang elegan, produk dari GEA ini bisa mempercantik interior rumah. 6. OONEW UV Sterilizer with Dryer Alat sterilisasi UV selanjutnya adalah OONEW UV Sterilizer with Dryer HEPA Filter Drying Intelligent 3 in 1 Sterilizer. Produk ini merupakan alat sterilisasi UV dengan tiga fungsi utama, yaitu mensterilkan, mengeringkan, dan menyimpan. Selain itu, produk ini dilengkapi mirror stainless steel untuk memaksimalkan refleksibilitas UV. Dengan lampu UV ganda, produk ini dapat menghilangkan 99,9% kuman dan bakteri secara efektif. Selain itu, produk ini bebas dari bahan kimia dan dapat mensterilisasi tanpa air. Keunggulan lain produk ini, yaitu pengeringan dilakukan dengan suhu rendah. Metode pengeringan menggunakan inframerah dengan suhu 40-60 derajat celsius. Perlengkapan bayi yang berbahan plastik akan dikeringkan secara bertahap. Jadi, Moms tidak perlu khawatir ada bahan kimia beracun yang dapat terlepas dari peralatan karena suhu tinggi. Dengan konsumsi daya 85 watt, alat sterilisasi ini dapat menampung 12 botol atau 10 botol wide neck sekaligus. 7. Coby UV Sterilizer Alat steril yang satu ini merupakan produk dari Cobyhaus. Coby UV Sterilizer menggunakan teknologi modern 2 in 1. Pertama, teknologi pengeringan PTC dengan temperatur rendah. Kedua, produk ini menggunakan lampu UV dari Philips yang hemat energi. Selain itu, produk ini dilengkapi HEPA filter yang berfungsi untuk menyaring bakteri jahat agar tidak mencemari Coby UV Sterilizer. Moms juga tidak perlu khawatir soal suara ketika alat sterilisasi UV ini sedang bekerja. Coby UV Sterilizer bekerja dalam diam, sehingga cocok diletakkan di kamar Si Kecil tanpa khawatir mengganggu tidurnya. Mode penyimpanannya juga tidak akan mengganggu waktu istirahat Moms dan Si Kecil. Hal ini karena mode storage dapat diatur hingga 8 jam. Soal kapasitas, Coby UV Sterilizer dapat memuat 12 botol ukuran kecil atau 8 botol ukuran besar. 8. Alat Sterilisasi UV Spectra Sterilizer Satu lagi alat sterilisasi UV, yaitu Spectra UV Sterilizer. Dikutip dari akun Instagram resmi Spectra Baby Indonesia, produk yang satu ini menggunakan lampu UV Osram HNS 4W G5 yang dibuat di Italia. Selain mampu membunuh kuman hingga 99,9%, alat Spectra ini memiliki tiga kipas untuk proses pengeringan. Proses pengeringan pun lebih cepat dan benar-benar kering. Bagian dalam produk ini dilapisi oleh stainless steel tanpa siku, sehingga mampu membuat pantulan UV tersebar ke segala arah. Fitur menarik dari alat ini, yaitu fitur pengamanan auto off. Jadi, ketika Moms membuka pintu Spectra UV Sterilizer, lampu UV otomatis mati. Adapun pada mode auto, produk ini menjalankan fungsi pengeringan terlebih dahulu sebelum proses penyinaran. Hal ini untuk mengurangi kontaminasi bakteri dari sirkulasi udara saat pengeringan berlangsung. Mengenai penyimpanan, Moms bisa menyimpan botol atau peralatan lain selama 10 jam. Adapun konsumsi listriknya sebesar 180 watt. Itulah sejumlah rekomendasi alat sterilisasi UV. Semoga dapat membantu Moms memilih yang terbaik untuk Si Kecil. Irena Agustiningtyas Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa dapat Menjelaskan definisi sterilisasi Menjelaskan jenis-jenis sterilisasi dan fungsinya Menjelaskan perbedaan sterilisasi dan desinfeksi Melakukan sterilisasi dan desinfeksi dengan benar Pendahuluan Sterilisasi di dalam laboratorium mikrobiologi menjadi bagian yang penting untuk menghindari hasil positif palsu. Sterilisasi terhadap alat dan bahan sebelum pelaksanaan kegiatan praktikum mikrobiologi membantu hasil atau identifikasi yang akurat terhadap pemeriksaan mikrobiologi. Demikian pula proses desinfeksi dan teknik aseptik oleh praktikan juga tidak dapat dilupakan karena akan mempengaruhi hasil. Sehingga dalam materi ajar ini akan disampaikan mengenai sterilisasi, desinfeksi, dan teknik aseptik. Sterilisasi dan Desinfeksi Sterilisasi didefinisikan sebagai upaya untuk membunuh mikroorganisme termasuk dalam bentuk spora. Desinfeksi merupakan proses untuk merusak organisme yang bersifat patogen, namun tidak dapat mengeliminasi dalam bentuk spora Tille, 2017. Jenis Sterilisasi dan Fungsinya Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan metode fisika maupun kimia Tille, 2017. a. Sterilisasi dengan metode fisika dapat dilakukan dengan cara 1. Pemanasan A. Pemanasan kering i. Pemijaran Metode ini dengan memanaskan alat biasanya berupa ose di atas api bunsen sampai ujung ose memijar. Gambar 7. Pemijaran ose ii. Pembakaran Pembakaran dilakukan untuk alat-alat dari bahan logam atau kaca dengan cara dilewatkan di atas api bunsen namun tidak sampai memijar. Misalkan a melewatkan mulut tabung yang berisi kultur bakteri di atas api Bunsen; b memanaskan kaca objek di atas api busnen sebelum digunakan; c memanaskan pinset sebelum digunakan untuk meletakkan disk antibiotic pada cawan petri yang telah ditanam bakteri untuk pemeriksaan uji kepekaan antibiotik. iii. Hot air oven Sterilisasi dengan metode ini digunakan untuk benda-benda dari kaca/gelas, petri, tabung Erlenmeyer, tidak boleh bahan yang terbuat dari karet atau plastic. Oven Suhu 160-1800C selama jam. Alat-alat tersebut terlebih dahulu dibungkus menggunakan kertas sebelum dilakukan sterilisasi. Gambar 8. Hot air oven iv. Insinerator Bahan-bahan infeksius seperti jarum bekas suntikan yang ditampung dalam safety box biohazard, darah, dilakukan sterilisasi dengan menggunakan insinerator. Hasil pemanasan dengan suhu 8700-9800 C akan menghasilkan polutan berupa asap atau debu. Hal ini yang menjadi kelemahan dari sterilisasi dengan metode insenerasi. Namun, metode ini dapat meyakinkan bahwa bahan infeksius dapat dieliminasi dengan baik yang tidak dapat dilakukan dengan metode lainnya. B. Pemanasan basah Merupakan pemanasan dengan tekanan tinggi, contohnya adalah dengan menggunakan autoklav. Sterilisasi dengan metode ini dapat digunakan untuk sterilisasi biohazard bakteri limbah hasil praktikum dan alat-alat yang tahan terhadap panas bluetip, mikropipet, pembuatan media, dan sterilisasi cairan. Pemanasan yang digunakan pada suhu 1210C selama 15 menit Tille, 2017. Pemanasan basah dapat menggunakan i. Autoklaf manual Metode ini menggunakan ketinggiian air harus tetap tersedia di dalam autoklaf. Sterilisasi menggunakan autoklaf manual tidak dapat ditinggal dalam waktu lama. Autoklaf manual setelah suhu mencapai 1210C setelah 15 menit, jika tidak dimatikan maka suhu akan terus naik, air dapat habis, dan dapat meledak. ii. Autoklaf digital/otomatis Alat ini dapat diatur dengan suhu mencapai 1210C selama 15 menit. Setelah suhu tercapai, maka suhu akan otomastis turun sampai mencapai 500C dan tetap stabil pada suhu tersebut. Jika digunakan untuk sterilisasi media, suhu ini sesuai karena untuk emmbuat media diperlukan suhu 50-700 C. Gambar 9. Autoklaf manual dan otomatis 2. Radiasi Radiasi ionisasi digunakan untuk mensterilkan alat-alat berupa bahan plastic seperti kateter, plastic spuit injeksi, atau sarung tangan sebelum digunakan. Contoh radiasi ionisasi adalah metode pada penggunaan microwave yaitu dengan menggunakan panjang gelombang pendek dan sinar gamma high energy. 3. Filtrasi penyaringan Metode ini digunakan untuk sterilisasi bahan-bahan yang sensitive terhadap panas seperti radioisotope, kimia toksik. i. Filtarsi berupa cairan dengan menggunakan prinsip melewatkan larutan pada membran selulosa asetat atau selulosa nitrat. ii. Filtarsi berupa udara dengan menggunakan high-efficiency particulate air HEPA untuk menyaring organisme dengan ukuran lebih besar dari µm dari ruang biology savety cabinet BSCs b. Sterilisasi dengan metode kimiawi 1. Uap formaldehide atau hydrogen peroksida digunakan untuk sterilisasi filter HEPA pada BSCs. 2. Glutaraldehyde bersifat sporisidal, yaitu membunuh spora bakteri dalam waktu 3-10 jam pada peralatan medis karena tidak merusak lensa, karet, dan logam, contohnya adalah alat untuk bronkoskopi. Jenis Desinfeksi dan fungsinya Desinfeksi dengan metode fisika dilakukan dengan 3 cara yaitu Merebus pada suhu 1000 C selama 15 menit dapat membunuh bakteri vegetative. Pasteurisasi pada suhu 630C selama 30 menit atau 720C selama 15 detik yang berfungsi membunuh patogen pada makanan namun tidak mengurangi nutrisi dan rasa dari makanan tersebut. Menggunakan radiasi non-ionisasi seperti ultraviolet UV. Sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang yang panjang dengan low energy. Contohnya adalah untuk membunuh bakteri yang ada di permukaan BSCs. Sehingga, sebelum menggunakan BSCs, sinar UV harus dinyalakan terlebih dahulu yaitu kurang lebih 30 menit sebelum penggunaan. Desinfeksi dengan metode kimiawi Desinfeksi dengan metode kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan desinfektan. Bahan yang termasuk dalam desinfektan yaitu Etil alcohol 70% lebih efektif dibandingkan dengan etil alcohol 95%, hal ini dikarenakan kemampuan air H2O dalam menghidrolisis ikatan protein dari mikroorganisme. Sehingga, proses membunuh mikroorganisme menjadi lebih efektif. Aldehid yang berupa glutraldehid dan formaldehid memiliki kemampuan iritasi yang besar sehingga tidak digunakan sebagai antiseptic. Halogen, seperti chlorin dan iodine merupakan desinfektan yang seringali digunakan. Persiapan sebelum dilakukan operasi seringkali menggunakan kombinasi etil alcohol 70% diikuti dengan povidon-iodine. Logam berat, contohnya adalah air raksa. Karena logam ini sangat berbahaya bagi lingkungan, maka penggunaannya sebagai desinfektan tidak direkomendasikan. Namun dalam keadaan konsentrasi sangat rendah misalkan silver nitrat 1%, masih efektif digunakan dalam pengobatan konjungtivitis neonatorum karena Neisseria gonorrhoeae. Desinfektan yang digunakan pada kulit disebut sebagai antiseptik. Antiseptik didefinisikan sebagai bahan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel pada jaringan hidup, contohnya adalah kulit. Mekanisme kerja dari antiseptic sebagian besar adalah menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme bakteriostatik namun dapat juga membunuh bakteri bakterisidal. Referensi Tille, P. M. 2017. Bailey & Scott’s Diagnostic Microbiology. In Basic Medical Microbiology fourteenth, p. 45. St. Louis Missouri Elsevier. Bagian – Bagian Autoclave – Sebagaimana telah kita ketahui, ada berbagai macam alat – alat sterilisasi yang bisa dikelompokkan berdasarkan metodenya. Salah satu diantaranya adalah autoclave. Autoclave atau disebut juga dengan otoklaf merupakan alat sterilisasi yang digunakan dengan metode panas uap bertekanan. Autoclave cukup banyak digunakan di berbagai bidang diantaranya untuk sterilisasi alat kesehatan di rumah sakit dan klinik. Menurut berbagai sumber, autoclave merupakan salah satu jenis alat sterilisasi yang cukup efektif membunuh mikro organisme hingga endospora yang sulit disterilkan dengan alat sterilisasi lainnya. Dalam mensterilkan mikroba dan endospora, autoclave tentu saja memiliki sistem kerja dan bagian – bagian yang tersusun menjadi satu, sedemikian rupa sehingga dapat mensterilkan benda dari berbagai macam mikroba yang tidak kasat mata. Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagian – bagian autoclave dan juga cara kerjanya dalam mensterilkan mikroorganisme tertentu. Mengenal Bagian – Bagian Autoclave Autoclave terdapat beberapa jenis yang didasarkan dari perbedaan proses penghilangan udara yang ada di dalam ruangan menjadi uap air yang panas. Namun secara umum beberapa tipe autoclave ini memiliki bagian – bagian yang sama. 1. Gauge Pressure Pengukur Tekanan Yaitu sebuah manometer pengukur tekanan yang terletak pada bagian atas tutup autoclave. Pada sebagian model autoclave terletak di bagian depan. Penunjuk tekanan ini berfungsi untuk menunjukan berapa tekanan pada saat autoclave sedang bekerja. 2. Control Velve Katup Pengontrol Bagian ini juga terdapat di bagian atas autoclave terletak pada tutup. Katup ini berfungsi sebagai pengontrol tekanan dan untuk keluarnya uap pada saat proses sterilisasi selesai. 3. Overpressur Plug Bagian ini berfungsi untuk menurunkan tekanan ketika terjadi overpressure sehingga tekanan di dalam autoclave kembali normal. 4. Clam bolt dan pin Clam bolt dan pin yang dimaksud di sini adalah sekrup. Keduanya merupakan bagian yang berfungsi untuk mengunci tutup Autoclave dengan kuat agar tidak terbuka atau terjadi kebocoran pada saat proses sterilisasi berlangsung. 5. Body Bagian tubuh autoclave terluar yang terbuat dari material aluminium. Di dalamnya terdapat wadah yang juga terbuat dari aluminium dengan ketebalan yang berbeda yang merupakan ruang sterilisasi. 6. Power Button Bagian Autoclave selanjutnya yaitu tombol power. Biasanya terletak di bagian bawah dan pada jenis lainnya terletak di bagian samping. Tombol power ini berfungsi untuk menghidupkan autoclave dan mematikan. 7. Timer Control Pada jenis Autoclave yang telah dilengkapi dengan timer, pasti terdapat timer control dan biasanya satu modul dengan power button. Terletak di bagian bawah atau di bagian samping pada jenis autoclave tertentu. 8. Power Cable Selanjutnya kabel power, yaitu kabel yang menghubungkan autoclave dengan tegangan listrik untuk dapat dinyalakan. 9. Kran Pembuangan Air Pada sebagian jenis autoclave terdapat sebuah kran pembuangan air yang terletak di bagian bawah sisi belakang. Tujuannya untuk memudahkan proses pembuangan air setelah proses sterilisasi selesai. 10. Container Rack Dalam bahasa yang lebih mudah dipahami adalah sarangan yaitu adalah tempat yang digunakan untuk menempatkan alat – alat yang akan disterilkan. Rak ini juga terbuat dari bahan logam. 11. Heating Element Heating element merupakan bagian autoclave yang terdapat di dalam. Yaitu sebuah elemen yang berfungsi untuk memanaskan mendidihkan air hingga menghasilkan uap panas yang digunakan untuk sterilisasi. 12. Temperatur sensor Di dalam autoclave juga terdapat sensor suhu. Pada tipe dan jenis autoclave tertentu sensor ini berfungsi untuk mengatasi permasalahan over heating. Dimana ketika terjadi over heating secara otomatis autoclave akan mati. Sensor ini juga berfungsi untuk membuat suhu sterilisasi stabil dengan saklar otomatis yang terintegerasi. 13. Handle Ada satu bagian yang terlupa yaitu handle atau pegangan. Bagian ini berfungsi untuk mengangkat autoclave dan juga membuka penutup autoclave. Baca juga Mengenal macam – macam metode sterilisasi Mungkin masih terdapat bagian – bagian autoclave yang belum terbahas di dalam tulisan singkat ini, karena ada berbagai macam model autoclave yang dijual dipasaran. Namun setidaknya, ulasan ini mewakili kebanyakan jenis dan model autoclave yang banyak digunakan, khususnya di rumah sakit atau klinik.